Makanan Sumber Vitamin B6 (Piridoksin) dan Fungsi Vitamin B6

Vitamin B6 masih terjajar dalam barisan vitamin B kompleks yang memainkan peranan cukup penting untuk mendukung kinerja sistem saraf dan mencegah terjadinya penimbunan homosistein dalam darah. Beberapa hal yang menyebut Anda sedang kekurangan vitamin B6 diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Kelelahan atau malaise;
  • Anemia;
  • Permasalahan pada kulit tanpa terkecuali eksim dan dermatitis seboroik; dan
  • Kejang-kejang

Vitamin B6
Banyak makanan yang menjadi sumber vitamin B6 melimpah seperti paprika, labu yang tumbuh di musim panas, lobak, jamur shiitake dan bayam. Beberapa makanan tersebut hanya sekian persen dari keseluruhan, pada artikel ini akan dikupas habis mengenai sumber vitamin B6 serta fungsinya bag tubuh.

Vitamin B6 atau dalam istilah lain disebut dengan piridoksin, piridoksal, pyridoxamine, piridoksin fosfat, piridoksal fosfat dan pyridoxamine awalnya diteliti saat pertengahan abad 20 (tepatnya tahun 1930-an). Vitamin ini awalnya tidak mendapat sebutan “vitamin B6”, melainkan disapa sebgai “faktor antidermatitis”. Istilah ini lebih spesifik membei maksud pada kulit (dermis) karena radang kulit (dermatitis) yang pasti meningkat jika dihilangkan dari program diet.

Sumber Vitamin B6 atau Piridoksin


Melanjuti perbincangan di awal tadi, masih banyak makanan yang menjadi sumber vitamin B6 banyak yang dibutuhkan untuk menjaga kestabilan otak dalam berfikir dan kesehatan tubuh lainnya.

Berikut ini jenis dan macam makanan (buah, sayur, unggas atau kacang-kacangan) yang biasa dikonsumsi seseorang untuk mengobati peradangan kulit:

1. Buah pisang

Buah pisang banyak tumbuh di Indonesia. Buah yang sangat cocok ditanam di daratan negara tercinta ini bisa tumbuh subur karena memang lebih berani untuk tumbuh di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, jadi kita tak mungkin kesulitan dalam mencari pisang. Setiap satu buah pisang mengantongi kandungan nutrisi berupa vitamin B6 sebanyak 0.43 mcg.

2. Buah tomat

Si hidung badut nan imut ini juga menjadi buah yang tertanam kandungan vitamin B6 sebanyak 0.14 setiap satu cangkirnya. Khasiat tomat dapat memerangi beberapa penyakit seperti kanker dan penyakit jantung.

3. Sawi

Anda bisa meminta ibu atau memasak sendiri sawi menjadi sayur. Rasanya yang lezat jika tercampur oleh kuah yang panas bisa menambah nafsu makan Anda. Setiap satu gelas sawi masak mengantongi vitamin B6 sebanyak 0.14 mcg. Sawi juga dikenal sebagai sayuran yang dapat mencegah osteoporosis dan serangan jantung.

4. Kembang kol

Terdapat kandungan gizi berbentuk vitamin B6 sekitar 0.2 mcg dalam secangkir kembang kol. Sayuran ini sangat tepat dikonsumsi oleh ibu hamil, karena vitamin yang tertanam didalamnya juga mengandung banyak serat untuk membantu tumbuh kembang janin dalam kandungan.

5. Ikan cod

Banyak vitamin (baik bentuknya cair atau tablet) yang dibuat untuk mencukupi gizi harian si buah hati. Salah satu vitamin yang banyak digunakan adalah B6 dan beberapa jenis vitamin B kompleks lainnya. Setiap 3 ons ikan cod menggendong sekitar 0.8 mcg vitamin B6. Ikan yang hidup di air tawar ini memang jarang di masak dirumah, mungkin dikarenakan tak boleh sembarangan dalam memasaknya.

Fungsi Vitamin B6 Bagi Tubuh


Secara kimia tubuh membutuhkan enzim agar bisa memperlancar proses kimiawi dalam tubuh. Karena piridoksin tergolong sebagai enzim, fungsinya dalam tubuh beragam dan jauh jangkauannya.

Secara umum, terdapat beberapa fungsi dari penggunaan vitamin B6 dalam tubuh. Berikut ini misalnya:

1. Mengolah karbohidrat

Nasi yang Anda makan ketika sarapan membutuhkan cukup vitamin B6 agar bisa diolah oleh metabolisme. Vitamin ini memiliki peranan penting dalam menjembatani proses pemecahan glikogen yang tersimpan dalam sel-sel otot dan tingkat lebih rendah dalam hati.

2. Mencegah terjadinya peradangan

Para ahli belum paham betul mekanisme yang terjadi, namun secara berulang kali vitamin B6 diperlukan tubuh untuk mengurangi risiko terjadinya peradangan yang tentu tidak diinginkan oleh tubuh. Hal ini berbanding lurus dengan kebutuhan asupan berupa vitamin B6 yang banyak agar dapat bekerja untuk mengurangi risiko peradangan yang berlebihan.

Vitamin B6 sangat memegang peran dalam sistem saraf, sehingga ketika banyak gejala yang terkait dengan saraf timbul itu menandakan bahwa Anda kekurangan vitamin B6 yang seharusnya Anda penuhi tiap harinya.